Kuliner di Jalan Cibadak Bandung

Kawasan Kuliner Dengan Ragam Cita Rasa Makanan

0
3365
kuliner cibadak
Kawasan Kuliner Cibadak

Bandung, BV’ers ternyata untuk membuktikan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai macam

Kawasan Kuliner Cibadak
Kawasan Kuliner Cibadak

suku yang hidup berdampingan dan tenggang rasa ternyata dapat dibuktikan di kawasan di Jalan Cibadak Bandung, hal ini dapat dilihat dari aktifitas yang terjadi di kawasan kuliner Jalan Cibadak ini. Pada siang hari, Jalan Cibadak adalah daerah yang terdiri dari berbagai macam toko yang menjual berbagai macam keperluan baik secara eceran maupun grosir. Dan, di malam hari Jalan Cibadak digunakan oleh orang lain yang “meminjam” didepan toko untuk berdagang atau berjualan berbagai macam kuliner dari berbagai macam suku yang ada di Indonesia.

Dalam artikel ini kami akan membahas Jalan Cibadak di Malam hari, dimana kawasan yang aktifitas disiang hari berubah menjadi kawasan kulier Jalan Cibadak di Malam hari. Secara lokasi Jalan Cibadak terbagi menjadi dua bagian yang terpotong oleh Jalan Astana Anyar, dan kedua bagian Jalan Cibadak ini memiliki karakteristik yang berbeda, yaitu:

Jalan Cibadak dimulai dari arah Jalan Astana Anyar Ke Arah Jalan Otto Iskandar Dinata

Jalan Cibadak dari arah Astana Anyar menuju ke arah Jalan Otto Iskandar Dinata siang hari merupakan pertokoan yang aktif, dan malam hari menjadi area makan kulier yang ramai dan identik dengan kawasan pecinan, namun bukan berarti bahwa kuliner yang ada disana semua tidak halal, masih banyak kuliner yang ada dijalan ini masuk dalam Katagori halal, seperti: Kobe (Chinese & Japanese Food), Warung Jepang, Sop Kaki, soto Bandung, Sate Ayam dan Kambing, Gado-gado, Gule, Nasi Padang, Ronde Jahe, Juice Buah, Soto Betawi, Martabak, Baso Tahu. Dan yang masuk kedalam katagori tidak halal¸ Swike, Nasi Campur, Sekba, Bakut, Ambokue,Nasi Goreng Babi, sate Babi, Kuo tie.

Jalan Cibadak dimulai dari arah Jalan Astana Anyar Ke Arah Jalan Jendral Sudirman

Sedangkan jalan cibadak dari arah Jalan astana anyar menuju ke Jalan Sudirman, relative lebih sepi di siang hari, dibagian jalan ini terdapat beberapa vihara yang dahulunya dijadikan tempat ibadah oleh banyak orang keturunan Tionghua, dan dalam perkembangannya daerah ini sudah beberapa kali mengadakan acara besar seperti Bandung Culinary Night, Perayaan Cap Go Meh yang diliput oleh berbagai macam media dari berbagai macam negara, Namun untuk kawasan ini saat di malam hari bisa dikatakan sepi karena hanya ada sedikit pedagang kuliner yaitu: Baso Tahu, Nasi Uduk, Nasi Goreng, Café lesehan, Ayam Goreng, dan beberapa rumah makan Chinese food.

Disini terbuktikan bahwa sebenarnya Indonesia memiliki keragaman budaya dan toleransi yang tinggi, dan itu semua tercermin dalam kawasan kuliner ini. BV’ers yang berkunjung ke Bandung dan menghendaki bepergian dengan kendaraan umum, dapat mencapai lokasi ini dengan menggunakan angkot dengan jurusan: Cisitu – Tegalega, Cibaduyut – Karang Setra, Stasion Hall – Gedebage, Cicadas – Elang.

Nah, bagi para BV’ers yang ingin mencari kuliner di malam hari silahkan berkunjung dan menikmati kuliner yang ada di kawasan ini.

TIDAK ADA KOMENTAR