Museum Konferensi Asia Afrika – Bukan Sekedar Perjalanan Wisata Biasa

0
2704

Sebagian besar alasan orang ingin mengunjungi berbagai tempat wisata diantaranya adalah : keunikan budaya, kuliner, keindahan pemandangan alam yang unik, eksotik bahkan spektakuler. Sedikit diantara kita yang tertarik untuk mengunjungi tempat-tempat yang memiliki nilai historis, bisa jadi karena kurangnya fasilitas yang memadai, informasi atau bahkan kurangnya kepedulian terhadap peristiwa-peristiwa yang sudah terjadi di masa lalu. Kalian mungkin sudah banyak mengetahui mengenai “Konferensi Asia Afrika”. Atau bahkan masih ada yang belum mengetahui sama sekali tentang peristiwa itu. Baiklah, kita akan mengulasnya secara singkat bagi anda.

Sekilas Mengenai Museum Konferensi Asia Afrika

Ruang Sidang Utama KAA
Ruang Sidang Utama – Museum Konferensi Asia Afrika Bandung

Konferesi Asia Afrika merupakan asal mula munculnya gerakan Non-Blok pertama di dunia, sebuah pertemuan tingkat tinggi yang berhasil mencanangkan suatu gerakan yang mempersatukan semangat dan sikap negara-negara Dunia Ketiga untuk saling bekerja sama diantara mereka. Anda mungkin masih ingat Dasa Sila Bandung yang dihasilkan dari konferensi tersebut, dan kemudian dijadikan pedoman perjuangan bangsa-bangsa terjajah di dunia dalam mencapai kemerdekaannya sekaligus menjadi prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerjasama dunia. Museum Konferensi Asia Afrika memiliki hubungan yang sangat erat dengan Gedung Merdeka tempat dimana Konferensi Asia Afrika diselenggarakan yaitu pada 18-24 April 1955 lalu. Untuk lebih detailnya mengenai sejarah tersebut, anda bisa membacanya pada artikel “Sejarah Singkat Gedung Merdeka Bandung”

Museum Konferensi Asia Afrika dibangun oleh Pemerintah Republik Indonesia dan berada di bawah wewenang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Sementara pengelolaannya di bawah koordinasi Departemen Luar Negeri dan Pemerintah Daerah Tingkat I Provinsi Jawa Barat. Pada 18 Juni 1986, kedudukan Museum Konferensi Asia-Afrika dialihkan dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan ke Departemen Luar Negeri di bawah pengawasan Badan Penelitian dan Pengembangan Masalah Luar Negeri. Pada Tahun 2003 dilakukan restrukturisasi di Tubuh Departemen Luar Negeri dan Museum Konferensi Asia Afrika dialihkan ke Ditjen Informasi, Diplomasi Publik dan Perjanjian Internasional (Sekarang Ditjen Informasi dan Diplomasi Publik). Saat ini UPT Museum Konferensi Asia Afrika berada dalam koordinasi Direktorat Diplomasi Publik. Museum ini menjadi museum sejarah bagi perjuangan politik luar negeri Indonesia.

Ruang Pameran

Dasa Sila Bandung
Ruang Pameran Museum Konferensi Asia Afrika : Dasa Sila Bandung & Profil Peserta KTT Non Blok 1955.
Sumber : dvr360[dot]com
Secara umum Museum Konferensi Asia Afrika memiliki dua bangunan utama yaitu : tempat sidang utama (Gedung Merdeka) dan bangunan yang berada disampingnya sebagai tempat memorabilia Konferensi Asia Afrika. Di ruang pameran, anda bisa melihat berbagai benda koleksi yang dipamerkan seperti : peralatan-peralatan,replika dan foto-foto dokumenter yang terkait dengan Konferensi Asia Afrika sebagai asal mula munculnya gerakan Non-Blok pertama di dunia. Disini juga terdapat profil 29 negara peserta Konferensi Tingkat Tinggi di Bandung pada tahun 1955, yang disajikan dalam bentuk multimedia.

Ruang Perpustakaan

Dokumen Bersejarah - Museum Konferensi Asia Afrika.
Dokumen Bersejarah – Museum Konferensi Asia Afrika.
Sumber : idvr360[dot]com
Museum Konferensi Asia Afrika memiliki perpustakaan, dimana banyak koleksi buku-buku mengenai sosial, politik, sejarah dan budaya. Di Perpustakaan Museum Konferensi Asia Afrika, anda bisa menemukan dokumen-dokumen bersejarah terkait diadakannya Konferensi Asia Afrika, Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika 2005, majalah dan surat kabar. Perpustakaan ini dilengkapi dengan Braile Corner, sarana bagi para penyandang tuna netra yang mengunjungi Museum Konferensi Asia Afrika dan ingin menambah wawasan mengenai sejarah peristiwa ini.

Ruang Audiovisual

Di ruangan ini anda dapat menyaksikan tayangan berbagai film dokumenter mengenai kondisi dunia sampai dengan tahun 1950-an, konferensi-konferensi sebelumnya yang pernah diadakan, konferensi lanjutan, KTT Asia Afrika dan sebagainya. Film-film tematik diputar secara berkala, disini kita bisa mengetahui bagaimana kehidupan sosial budaya bangsa-bangsa di Asia Afrika.

Berbagai fasilitas di Museum Konferensi Asia Afrika memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi para pengunjung. Layanan reservasi pemandu wisata sejarah disediakan bagi para pengunjung yang membutuhkan panduan khusus seperti study tour atau wisatawan yang membutuhkan panduan dalam berbagai bahasa : Indonesia, Sunda, Inggris dan Perancis.

Nah bagaimana? Menarik bukan, dapat melakukan wisata sambil menambah wawasan? Demikian ulasan singkat mengenai Museum Konferensi Asia Afrika, semoga dapat menambah daftar tujuan wisata selama anda berkunjung ke Bandung.

Museum Konferensi Asia Afrika

Jl. Asia Afrika no 65. Bandung 40401. Jawa Barat.
Telp: 022-4233564
Fax: 022-4238031

Jam Buka / Visiting Tour :
Selasa – Kamis : 08:00 – 16:00
Jumat : 14:00 – 16:00
Sabtu – Minggu : 09:00 – 16:00
Istirahat Siang : 12.00 – 13.00
Senin & Hari Libur Nasional : Libur.