Museum Pos Indonesia Tak Hilang Ditelan Jaman

0
2048
Museum Pos IndonesiaSebelah Timur Gedung Sate
Museum Pos Indonesia

Saat ini mungkin kita hanya bisa bernostalgia dengan berbagai benda dan peralatan pos. Bagaimana tidak, teknologi telepon dan telegraf yang dahulu sudah sangat modern, kini menjadi teknologi yang tertinggal jaman. Dahulu ketika belum ada telepon genggam dengan layanan Short Message Service (SMS), pengiriman informasi atau berita hanya dilakukan melalui tiga peralatan yaitu telegraf, telepon dan surat pos. Sampai saat ini teknologi telepon terus berkembang dari telepon rumah – telepon genggam – telepon pintar dengan berbagai layanan digitalnya. Telegraf yang juga sebagai teknologi layanan cepat pengiriman informasi atau berita ketika itu, kini mungkin sudah ditinggalkan oleh sebagian besar orang. Baiklah, kali ini kami akan mengajak anda untuk melihat tempat wisata pendidikan  di Kota Bandung yang menyimpan segudang koleksi benda dan peralatan pos yaitu Museum Pos Indonesia.

Sekilas Mengenai Pos Indonesia

Pengiriman surat Pos sudah muncul di Indonesia sejak tahun 1602, saat VOC menguasai bumi pertiwi. Ketika itu perhubungan pos hanya dilakukan di kota-kota tertentu yang berada di Pulau Jawa dan luar Pulau Jawa. Ini berkaitan dengan pembuatan jalan yang terbentang dari Anyer sampai dengan Panarukan, yaaa jalan sepanjang 1.000 ini sangat membantu dalam mempercepat pengiriman surat atau paket pos antar kota di Pulau Jawa.

Museum Pos Indonesia memiliki koleksi benda-benda dan peralatan yang berkaitan dengan proses sejarah pos selama lima masa pemerintahan yaitu masa Kompeni dan Bataafsche Republiek (1707 – 1803), masa pemerintahan Daendels (1808 – 1811), masa pemerintahan Inggris (1811-1816), masa pemerintahan Hindia Belanda (1866-1942, masa pemerintahan Jepang (1942-1945 dan masa Kemerdekaan.

Masuknya teknologi telepon dan telegraf, mengubah sistem pelayanan pos di Indonesia. Pada tahun 1906 Perusahaan Pos Indonesia berubah nama menjadi Posts Telegraafend Telefoon Dienst atau Perusahaan Pos, Telegraf dan Telepon (PTT). Layanan pos yang awalnya berpusat di Welrevender (Gambir) juga berpindah ke Dinas Pekerjaan Umum (Dinas PU) atau Burgerlijke Openbare Werker (BWO) di Bandung pada tahun 1923.

Jadi membicarakan Musem Pos Indonesia tidak terlepas dari peran teknologi yang ketika itu masuk ke Indonesia yaitu Telegraf dan Telepon. Pos Indonesia selama masa kemerdekaan sudah lima kali berganti nama dan lambang diantaranya : PTT (1945-1961) – PN Postel (1962-1965) – PN Ps & Giro (1965-1978) – Perum Pos – Giro (1978-1995) – pada tahun 1995 menjadi PT Pos Indonesia.

Dibuka pada tahun 1931 dengan nama Museum Pos, Telegraf dan Telepon, Museum Indonesia takkan hilang ditelan jaman. Sejak awal didirikan, sebagian besar koleksinya adalah berbagai perangko dari dalam dan luar negeri. Sejak 18 Desember 1980, koleksi yang dahulu tidak terawat berusaha dilengkapi kembali dengan inventarisasi dan pengumpulan benda-benda sejarah yang harus dijadikan koleksi museum. Museum Pos Indonesia diresmikan pada Hari Bhakti Postel ke-30 yaitu pada tanggal 27 September 1983.

Koleksi Museum Pos Indonesia

Koleksi Museum Pos Indonesia - Bis Surat & Kotak Pos
Bis Surat & Kotak Pos
Sumber : http://ridwanspektra.wordpress.com/

Kami berusaha menjelaskan secara singkat bagaimana proses surat menyurat yang dilakukan kala itu. Penyampaian informasi atau berita kepada keluarga, saudara dan kerabat dilakukan dengan menulis di kertas kemudian mengirimkannya melalui kantor pos atau kotak pos dilengkapi dengan perangko. Mungkin sebagian besar dari anda masih mengingatnya bukan? Atau bahkan tidak pernah mengalaminya?

Koleksi Perangko Museum Indonesia
Berbagai Koleksi Perangko – Museum Pos Indonesia
Sumber : https://ridwanspektra.wordpress.com/

Biaya pengiriman melalui layanan Pos disesuaikan dengan jarak dan tujuan pengiriman, biaya ini dikenal dengan perangko. Setiap perangko memiliki gambar dan nilai harga yang berbeda-beda. Setelah surat sampai pada kota tujuan, kemudian surat tersebut dikirim oleh Pak Pos dengan sepeda kumbangnya.. yaa begitulah kira-kira sekilas proses pengiriman surat melalui pos jaman dahulu. Tidak seperti sekarang tinggal tekan tombol kirim dari telepon genggam informasi dan berita pun segera terkirim langsung ke penerimanya.

Koleksi Perangko Emas
Koleksi Perangko Emas – Museum Pos Indonesia.
Sumber : https://ridwanspektra.wordpress.com/

Museum Pos Indonesia memiliki satu ruangan besar berbentuk L. Disini anda akan menemukan berbagai benda dan peralatan yang berkaitan dengan sejarah Pos Indonesia. Koleksi perangko di museum ini bisa dibilang cukup banyak. Bagi anda penggemar perangko, disinilah tempat yang harus anda kunjungi. Berbagai koleksi perangko dari jaman Belanda sampai dengan jaman Kemerdekaan, koleksi tertentu tahun 1990-an dari edisi ruang angkasa, tokoh-tokoh nasional, jambore dan lain-lain. Ada pula koleksi perangko emas yang dibuat untuk memperingati Ibu Tien Soeharto dan 100 tahun Bung Hatta.

Vitrin
Vitrin – Museum Pos Indonesia.
Sumber : https://ridwanspektra.wordpress.com/

Museum ini tidak hanya kaya akan koleksi perangko dalam negri saja, melainkan juga koleksi dari berbagai negara. Koleksi ini ditempatkan dalam Vitrin yaitu lemari-lemari dari kaca, dimana semua koleksi perangko di susun secara rapih dan berurutan dari koleksi paling kuno sampai dengan koleksi terkini, sesuai dengan negara asal perangko tersebut. Begitulah perangko-perangko tersebut disimpan, rapih, berderet seperti buku di lemari yang yang berukuran sebesar pintu itu.

Golden Letters Collection
Golden Letters – Museum Pos Indonesia
Sumber : https://ridwanspektra.wordpress.com/

Anda juga akan menemukan koleksi lain yang tak kalah menariknya yaitu berbagai peralatan dan benda pos pada jaman kuno dahulu kala, seperti : timbangan surat, timbangan paket, mesik tik kuno, serta Golden Letters. Golden Letters adalah surat emas atau naskah-naskah kuno yang ditulis pada waktu jamannya, naskah-naskah tersebut ditulis dalam berbagai bahasa yaitu bahasa Arab, Melayu, bahkan pada masa kerajaan-kerajaan, termasuk Madura.

Demikian ulasan singkat mengenai Museum Pos Indonesia. Semoga bisa menjadi referensi anda sekeluarga untuk melakukan wisata pendidikan di Kota Bandung. (jnt)

 

Museum Pos Indonesia

Jl. Cilaki  No. 73 Bandung Wetan, Jawa Barat  40115

Jam Buka : 09:00 – 16:00 WIB