Sangkuriang Legenda Tangkuban Perahu

Sangkuriang Legenda Tangkuban Perahu

0
3277
Sangkuriang & Tumang
sumber : mythologystories[dot]wordpress[dot]com

Dahulu kala, di Tanah Pasundan munculah kisah seorang putri kerajaan yang jatuh cinta kepada si Tumang (titisan dewa) anjingnya yang setia dan karenanya dibuang ke hutan. Dalam kondisi itulah sang pemeran utama dalam legenda ini yaitu Sangkuriang lahir. Sangkuriang adalah seorang anak yang memiliki kegemaran berburu di hutan, setiap berburu ia pasti ditemani oleh anjing kesayangannya. Meskipun Sangkuriang sangat menyayangi si Tumang namun ia tidak pernah mengetahui bahwa anjingnya itu adalah ayahnya sendiri. Ketidaktahuannya itu berakibat fatal bagi dirinya ; dalam suatu perburuan tanpa hasil, ia tidak sengaja membunuh si Tumang dan dijadikan santapan malam bagi ibunya.

Sangkuriang Tak Sengaja Membunuh Tumang
Sangkuriang Tak Sengaja Membunuh Tumang. Sumber : hegarhatiphmubarok[dot]blogspot[dot]com
Sedih dan marahlah sang ibu ketika mengetahui peristiwa tersebut, ia kemudian memukul Sangkuriang dengan centong nasi hingga meninggalkan bekas di kepalanya dan kemudian mengusirnya. Mengingat kejadian itu, sang ibu menyesali perbuatannya. Ia berdoa setiap hari dan meminta agar suatu hari nanti dapat bertemu dengan anaknya kembali. Dari kesungguhannya berdoa, dewapun memberikan hadiah berupa kecantikan dan usia muda abadi.

 

Setelah sekian lama pada waktu dan tempat yang berbeda, Sangkuriang tumbuh menjadi seorang pemuda gagah dan tampan. Dalam perantauannya, ia bertemu dan jatuh cinta pada seorang wanita cantik parasnya yaitu Dayang Sumbi, ibunya sendiri yang sudah tidak dikenalnya. Berbagai usahapun dilakukan untuk segera melamarnya. Sang ibu-yang mengenali anaknya dari bekas lukanya, merasa senang doanya terkabul untuk bertemu kembali dengan anaknya, namun karena Sangkuriang bersikeras melamarnya, maka untuk mengakhiri hubungan terlarang ini ia pun mengajukan satu persyaratan yang diyakini mustahil diwujudkan yaitu : menyediakan sebuah telaga luas lengkap perahu untuk berbulan madu dan Sangkuriang harus menyelesaikannya dalam waktu satu malam.

Sangkuriang berusaha keras untuk memenuhi persyaratan itu, ia pun membendung Sangiang Tikoro, terowongan yang mengalirkan air Sungai Citarum keluar dari dataran tinggi Bandung. Setelah air naik ia segera menebang pohon untuk dijadikan perahu. Karena begitu besarnya perahu tersebut, tunggul bekas pohonnya (kini) menjelma menjadi Gunung Bukit Tunggul di daerah Timur Bandung dan ranting-rantingnya menjadi daerah hutan Gunung Burangrang di daerah sebelah Barat Bandung.

Sangkuriang Menendang Perahu.
Sangkuriang Menendang Perahu. Sumber : novehasanahdotblogspotdotcom

Begitu gigihnya usaha yang dilakukan, membuat Dayang Sumbi khawatir Sangkuriang dapat memenuhi permintaannya itu. Ia kemudian mengeluarkan selendang ajaib-nya, Boeh Rarang, dan mengibarkannya di sebelah timur telaga. Cahaya yang keluar dari selendang itu sampai menerangi kaki langit di timur, hal itu membuat ayam jantan berkokok, dikiranya matahari akan segera terbit. Mengetahui batas waktunya telah tiba, Sangkuriang sangat kecewa dan menendang perahu yang hampir selesai dibuatnya hingga terbalik (telungkup/nangkub). Perahu itu kemudian (kini) menjelma menjadi Gunung Tangkuban Perahu, gunung berapi yang bisa dilihat dari setiap pelosok kota Bandung. Selanjutnya Sangkuriang mengejar Dayang Sumbi sampai ke Pantai Selatan Jawa, dimana dia menjelma menjadi sekuntum bunga. Kami berharap cerita rakyat ini memperkaya pengetahuan anda, terutama jika nanti anda mengunjungi obyek wisata Gunung Tangkuban Perahu.