Sejarah Singkat Gedung Merdeka Bandung

Kawasan Sejarah Bandung

0
6044
Gedung_Merdeka
Gedung Merdeka Tampak Depan

Gedung Merdeka terletak di Jl Asia Afrika, hanya beberapa ratus meter di sebelah timur alun-alun. Gedung ini merupakan bangunan bersejarah yang hingga saat ini masih menjadi salah satu ikon Kota Bandung. Orang mulai mengenal Gedung Merdeka setelah pada bulan April 1955, dimana gedung ini digunakan sebagai tempat Konferensi Asia Afrika.

Konfrensi Asia Afrika

Di tempat inilah gagasan gerakan Non Blok muncul dan dicanangkan, sebuah gerakan yang membangkitkan semangat kemerdeakaan bagi semua negara di Asia Afrika yang masih terjajah. Gedung ini kemudian resmi berubah menjadi Museum Konferensi Asia Afrika, pada tahun 1980 dibuat acara untuk memperingati 25 tahun Konferensi Asia Afrika.

Anda masih tertarik untuk mengenal lebih jauh mengenai tempat bersejarah ini? Simak ulasan berikutnya, kami akan coba meringkasnya untuk anda.

Fungsi Gedung Merdeka Lintas Waktu

Sebuah bangunan yang sangat sederhana, begitulah gambaran awal dari tempat ini. Ketika jaman kolonial Belanda yaitu pada sekitar tahun 1870, para pengusaha dan opsir Belanda saat itu mendirikan sebuah perkumpulan yang bernama “Societeit Concordia”. Perkumpulan ini memiliki anggota terbatas yang terdiri dari orang-orang Eropa dan non Eropa yang disetarakan dan pemuka masyarakat. Mereka menggunakan bangunan ini sebagai tempat untuk melakukan berbagai aktivitas diantaranya tonil Braga, aktivitas khusus pertemuan ekslusif pada jamannya.

Dalam perjalanannya, bangunan ini mengalami perubahan rancangan baik bentuk dan gaya unik yang berbeda-beda. Seorang arsitek Van Gales Last yang dalam rancangannya lebih dominan pada Indis Empire Style, merenovasi bangunan tersebut pada tahun 1920. Namun dalam selang waktu 7-9 tahun kembali terjadi perubahan, dimana CPW. Schoemaker membuat bangunan baru dengan Art deco Geometrik. Bentuk simetris pada sudut bangunan Jl Braga – Jl Asia Afrika itupun kembali berubah menjadi melingkar (seperti saat ini) setelah A.F Albers merenovasinya 10 tahn kemudian. Anda telah mengetahui sekilas mengenai struktur rancang bangun gedung ini. Lalu bagaimana dengan fungsi tempat ini selanjutnya.

Jika sebelumnya pada masa kolonial Belanda gedung ini digunakan sebagai tempat perkumpulan para tuan tanah Bandung, maka pada jaman pendudukan Jepang, gedung ini sempat menjadi pusat kebudayaan “Doi Too Kaikan”, dan selanjutnya yaitu pada masa perang kemerdekaan, gedung ini berfungsi menjadi markas besar Tentara Rakyat Indonesia. Dari serangkaian peristiwa tersebut, kami berharap dapat menambah wawasan pembaca jika kelak anda mengunjungi situs ini

*) Tonil / toneel : Sandiwara atau pertunjukkan teater di jaman pendudukan Belanda.