Stasion Kereta Api Bandung & Pasar Baru

0
2771
Stasiun Kereta Api
Stasion Kebon Kawung Bandung

Stasion Kereta Api Bandung

Bangunan stasion kereta api mulai digunakan pada tahun 1884, ditujukan untuk melayani jalur kereta api Batavia – Bandung – Jogjakarta – Surabaya. Stasion kereta api sederhana tersebut, ketika itu mampu melayani penumpang kereta api sebanyak kurang lebih satu juta penumpang setiap tahunnya. Sebelumnya, hubungan transportasi Bandung – Batavia (Jakarta), hanya mungkin ditempuh menggunakan kereta kuda yang membutuhkan waktu kurang lebih tiga hari. Namun dengan pembangungan jalur baru (via Cikampek) dan penambahan armada pada tahun 1934, jarak Bandung – Batavia dapat ditempuh hanya dalam 165 menit saja. Kehadiran jalur kereta api Batavia – Bandung sangat berperan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kota Bandung di awal abad ke-20.

Daerah Priangan sebagai daerah perkebunan yang menghasilkan berbagai komoditi : kina, kopi dan teh, memprioritaskan perbaikan sarana transportasi. Oleh karena itu sekitar tahun 1920-an dibangunlah jaringan kereta api sebagai sarana pasokan logistik yang menghubungkan kota dengan daerah pinggiran sekitarnya seperti : Majalaya, Rancaekek, Pangalengan dan Ciwidey . Pentingnya sarana transportasi kereta api bagi Kota terlihat dari banyaknya gudang-gudang komoditi bermunculan. Bahkan dengan kehadiran kereta api pula, maka daerah Pasar Baru (dekat stasion) menjadi hidup dan berkembang hingga saat ini.

Stasion Kereta Api Bandung awalnya hanya memiliki satu sisi depan yaitu di bagian selatan (Jl Stasion Timur 1). Ketika itu jalur Bandung – Surabaya diresmikan, distribusi barang-barang komoditas dari Jawa Timur dan Jawa Tengah bisa sampai ke Bandung dengan cepat, karena itulah Stasion Bandung mendapatkan penghargaan dari pemerintah kota saat itu berupa monumen / tugu lentera listrik.

Stasiun Kebon Kawung
Tampak Depan Stasion Kebon Kawung Bandung

Di tahun 1926, dalam memperingati 50 tahun Perusahaan Kereta Api Negara, dilakukan renovasi dengan gaya arsitektur Art-Deco yang sedang naik daun saat itu. Monumen / tugu lentera listrik di masa sebelumnya digantikan dengan sebuah lokomotif tua berwarna hitam pekat berasap, monumen ini menjadi hal tontonan spektakuler bagi masyarakat pinggiran Bandung waktu itu. [photo lokomotif tua]. Renovasi selanjutnya tahun 1990 dilakukan dengan membangun peron di sebelah utara, inilah cikal bakal sisi depan Stasion Kereta Api Bandung di bagian utara (Jl. Kebon Kawung).

Setelah merdeka, permintaan dunia akan komoditas tersebut mengalami penurunan sehingga usaha perkebunan mengalami kemunduran. Peranan kereta api sebagai jasa angkutan barang-barang komoditas tergantikan oleh transportasi truk yang dapat mengantarkan barang-barang tersebut langsung sampai ke titik tujuan, di daerah terpencil sekalipun. Jalur-jalur kereta api yang sebelumnya menghubungkan Kota dengan daerah perkebunan ditutup, dan selanjutnya jalur-jalur yang sampai saat ini masih ada hanya ditujukan sebagai moda transportasi penumpang saja.

Art Deco : Seni dekoratif pada arsitektur bangunan
Batavia : Nama yang diberikan oleh orang Belanda pada koloni dagang, saat ini dikenal sebagai Ibukota Indonesia yaitu Jakarta.

Pasar Baru

Gedung Pasar Baru
Pasar Baru Bandung

Pembangunan pusat Kota Bandung pada tahun 1811 hanya menempatkan satu bangunan pasar (lama) yang terletak di Kampung Ciguriang (antara Jl Kepatihan & Jl Keutamaan Istri). Insiden huru hara yang terjadi pada Desember 1842 melenyapkan pasar tersebut.
Setelah dinyatakan sebagai daerah Gemeente pada tahun 1906, barulah pemerintah membangun semipermanen Pasar Baru yang berdekatan dengan Stasion Kereta Api Bandung. Untuk melayani kebutuhan pengguna jasa kereta api, akhirnya Pasar Baru dibuat menjadi bangunan permanen pada tahun 1926.

Pasar Baru adalah pasar terbesar di Bandung saat itu, buka selama 24 jam dan mendapatkan perhargaan sebagai pasar terbersih di seluruh kota yang berada di Pulau Jawa. Dengan usianya yang sudah lebih dari se-abad, anda akan menemui bangunan-bangunan tua yang memiliki nilai sejarah dan estetika arsitektur yang tinggi. Namun amat disayangkan, kurangnya perawatan dan persaingan dengan munculnya daerah bisnis lainnya yang relatif lebih muda membuat daerah ini tidak sehebat dahulu kala. Dengan renovasi bangunan dan lokasi baru sekarang ini, mampukah tempat ini mengulang prestasinya?

Gemeente : Kotamadya