Wisata Alam Berwawasan Pendidikan Kawasan Dago Pakar

0
1992
Monumen Ir.H.Djuanda
Monumen Ir.H.Djuanda - Dago Pakar, Bandung. Sumber : tahuradjuanda.jabarprov.go.id

Tempat wisata yang dikunjungi tidak harus selalu “dalam ruangan” (indoor), mengapa? Meskipun terkesan bebas polusi karena setiap gedung umumnya dilengkapi dengan ac, namun udara bersih di alam terbuka tentu lebih baik bagi tubuh. Tempat wisata alam berwawasan pendidikan kawasan Dago Pakar berikut ini akan kami angkat sebagai tema wisata edukasi bagi anda.

Tanda Masuk Prasasti Curug Dago
Tanda Masuk Ke Situs Prasasti Curug Dago – Bandung

Berolah raga sambil berekreasi, mengapa tidak? Bagi para pecinta hiking, tempat ini dapat dijadikan titik awal perjalanan kaki dengan tujuan Maribaya, lamanya waktu yang dibutuhkan dengan berjalan santai yaitu sekitar dua jam setengah. Udara segar dan pemandangan indah akan menemani perjalanan hiking bersama teman-teman anda. Objek wisata alam berwawasan pendidikan kawasan Dago Pakar lainnya yang bisa anda kunjugi selama ekspedisi yaitu patahan Lembang, Curug Omas yang terletak di Maribaya.

Bagaimana bagi anda yang tidak hobi hiking? Jangan kuatir, bagi anda yang rindu menikmati lebat dan rindangnya hutan pinus, pemandangan alam yang indah, udara alami yang sejuk, tempat ini adalah tempat yang cocok dijadikan alternatif tujuan rekreasi keluarga. Sambil menikmati suasana alam yang ada, pengunjung bisa menambah wawasan pengetahuan alam sekitar, seperti nama dan jenis pohon atau tumbuhan yang ada di kawasan ini. Tidak hanya itu, objek wisata alam berwawasan pendidikan kawasan Dago Pakar memiliki beberapa situs dan bersejarah lain yang layak untuk anda kunjungi, diantaranya yaitu : Taman dan Museum Ir H Djuanda, Curug Dago, Gua Belanda, dan Gua Jepang.

Monumen dan Museum Ir H Djuanda

Tentu kalian bertanya mengapa tempat wisata alam berwawasan pendidikan kawasan Dago Pakar memberikan nama Taman Ir H Djuanda sebagai situs bersejarah? Taman ini dibuat untuk mengenang jasa-jasa dan perjuangan Ir H Juanda Kartawidjaja yang merupakan seorang tokoh asal Tatar Pasundan sekaligus pahlawan nasional yang ketika masa perjuangan memimpin para pemuda priangan merebut beberapa perusahaan penting yang dikuasai oleh penjajah Jepang saat itu.

Museum Ir H Djuanda
Museum Ir.H. Djuanda. Sumber : tahuradjuanda.jabarprov.go.id

Di pelataran Taman ini anda akan menemukan sebuah Monumen Ir H Djuanda, sebagai bentuk untuk mengenang jasa-jasa yang beliau lakukan untuk Indonesia. Salah satunya yaitu peristiwa Deklarasi Djuanda pada tanggal 13 Desember 1957, dimana dalam deklarasi tersebut dinyatakan bahwa semua pulau dan laut yang ada di nusantara adalah satu kesatuan yang tidak terpisahkan. Ini cikal bakal munculnya area perbatasan baik di daratan maupun perairan di seluruh nusantara.

Untuk menjawab rasa penasaran yang ada, juga untuk mengedukasi anak-anak anda untuk mengenal lebih dekat siapa Ir. H. Djuanda, ada baiknya kalian tidak melewatkan kunjungan ke Museum Ir H Juanda. Disana kalian akan mengetahui siapa Ir H Juanda, sejarah perjuangan apa saja yang sudah beliau lakukan, penghargaan-penghargaan apa saja diterimanya, serta peninggalan-peninggalan lain yang terdapat dalam museum ini.

Gua Belanda dan Gua Jepang

Tak hanya monumen dan museum saja situs bersejarah yang ada di lokasi ini. Objek wisata alam berwawasan pendidikan kawasan Dago Pakar juga memiliki dua buah gua sebagai situs bersejarah lain yang bisa anda kunjungi. Gua tersebut adahal Gua Belanda dan Gua Jepang.

Goa Belanda - Dago Pakar
Goa Belanda – Dago Pakar Bandung
Sumber : tahuradjuanda.jabarprov.go.id

Gua Belanda terletak sekitar 400 meter dari Gua Jepang. Kawasan yang terlindung dan lokasi yang tidak jauh dari kota Bandung ini, menarik perhatian Hindia Belanda untuk membangun stasiun radio telekomunikasi pada awal Perang Dunia II tahun 1941. Bangunan yang dibuat berbentuk jaringan gua yang ada di dalam perbukitan. Ketika perang memuncak, gua ini berfungsi sebagai pusat komunikasi rahasia tentara Belanda, sedangkan pasa masa kemerdekaan gua ini dimanfaatkan sebagai gudang mesiu .

Gua Jepang - Dago Pakar
Gua Jepang – Dago Pakar Bandung

Berikutnya anda bisa mengunjungi Gua Jepang. Gua Jepang terletak sekitar 500 meter dari pintu masuk “Dago Pakar”, gua yang dibangun pada tahun 1942 (masa romusha) ini memiliki empat pintu yang saling terhubung di dalamnya. Gua ini berfungsi sebagai tempat perlindungan sekaligus tempat pertahanan Jepang di Bandung Utara. Anda akan menemui empat buah kamar, yang digunakan sebagai tempat istirahat panglima perang tentara Jepang.

Sudah berakhir-kah perjalanan wisata alam berwawasan pendidikan kawasan Dago Pakar ini? Anda bisa beristirahat sejenak sambil menikmati suasana rindang dan hawa sejuk di Taman Ir.H Djuanda ini, karena masih ada satu tempat lagi yang amat disayangkan untuk tidak didikunjungi yaitu Curug Dago. Curug ini sebenarnya terpisah dan berada di lokasi yang cukup jauh dari kawasan Taman Ir H Juanda. Waktu yang diperlukan sekitar 40 menit perjalanan kaki, melewati jalan tanah dan tangga seribu. Sesampainya disana anda akan mendapati pemandangan air terjun beberapa peninggalan prasasti Thailand.

Curug Dago

Curug Dago
Curug Dago – Dago Pakar, Bandung

Tujuan terakhir dari rekreasi anda sekeluarga di kawasan Dago Pakar yaitu Curug Dago. Apa saja yang bisa anda temui disana? Selain melihat curug / air terjun, anda juga bisa melihat berbagai koleksi tumbuhan yang terdapat pada area hutan lindung seputar area ini. Setiap pohon disematkan nama dan jenis tumbuhan, jadi sambil menghirup udara segar dan melihat pemandangan indah, wisata anda bersama keluarga bisa diisi dengan edukasi seputar tempat-tempat sejarah dan berbagai tumbuhan yang ada disekitar anda. Dan yang terpenting dari perjalanan wisata Alam Berwawasan Pendidikan Kawasan Dago Pakar ini yaitu menemukan situs bersejarah dimana prasasti hanacaraka dibuat di area ini.

Prasasti Curug Dago
Prasasti Curug Dago – Bandung

Sejarah mencatat bahwa pada tahun 1800-an Kota Bandung mendapat kunjungan dari dua orang Raja Thailand. Curug Dago dengan ketinggian +/- 13 meter ini terbentuk dari aliran sungan Cikapundung yang mengalir dari daerah Maribaya.

Merasa terpesona dengan keindahan curug ini, merekapun membuat dua prasasti batu tulis sebagai bentuk kenangan selama mereka mengunjungi tempat ini. Untuk mencapai tempat dimana dua prasasti tersebut berada, anda harus menuruni lembah. Meskipun demikian anda tidak perlu khawatir karena jalan menuju tempat tersebut sudah dibuatkan anak tangga, yaa hitung-hitung berolah raga ada baiknya juga bukan?

Kami berharap ulasan mengenai kawasan wisata berwawasan edukasi di kawasan Dago Pakar bisa memberikan alternatif bagi anda dan keluarga yang ingin menelusuri tempat-tempat wisata di Kota Bandung. Semoga bermanfaat, have a nice day.

Jam Buka / Visiting Tour :
Selasa – Kamis : 08:00 – 16:00
Jumat : 14:00 – 16:00
Sabtu – Minggu : 09:00 – 16:00
Istirahat Siang : 12.00 – 13.00
Senin & Hari Libur Nasional : Libur.